Oleh: Moh. Rifa’i & Yudi Wili Tama


Eksistensi yang pertama kali dilihat oleh seorang anak adalah lingkungan rumahnya dan kedua orang tuanya. Ke dua hal ini yang tersimpan dalam pikiran seorang anak untuk gambaran kehidupannya kelak. Begitupun, keadaan dan cara hidup orang tuanya secara tidak langsung membentuk kepribadian dirinya. Karena bagaimanapun orang tua dan juga keadaan rumahnya merupakan lingkungan pertama yang sangat berpengaruh bagi seorang anak.

Imam Ghazali berkata:

الصبي أمنة عند والديه، وقلبه الطاهر جوهرة ساذجة، خالية من كل نفس وصورة، وهو قابل لكل ما نقش، وماثل إلى كل ما يمال به إليه، فإن عود الخير وعلمه نشأ عليه، وسعد في الدنيا والآخرة أبواه، وكل معلم له ومؤدب، وإن عود الشر، وأهمل إهمال البهائم، شقي وهلك، وكان الوزر في رقبة القيم عليه، والوالي له

“Anak itu adalah amanah orang tua. Secara fitrah, hati seorang anak itu suci bagaikan permata yang murni, masih kosong dari nafsu dan figura; oleh karena itu (hati) seorang anak menerima (secara langsung) setiap apa yang diucapkan (padanya), dan meniru apa yang dicontohkan (padanya). Jika si anak dibiasakan dengan sesuatu yang baik dan dididik dengan sesuatu yang baik, maka ia akan terbentuk dan tumbuh dengan kebaikan, dan menjadi kebanggaan bagi orang tuanya dan gurunya. Sebaliknya, jika seorang anak dibiasakan dengan sesuatu yang buruk, maka prilakuya lebih buruk daripada binatang, berbahaya dan membahayakan, bahkan dosanya pun ditanggung kepada walinya”

Rasulullah saw bersabda:
كل مولود يولد على الفطرة، وإنما أبواه يهودانه أو يمجسانه أو ينصرانه
“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (musli atau baik), namun kedua orang tuanya lah yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Majusi, ataupun Nasrani.

Hadits di atas menyatakan dengan tegas bahwa kedua orang tua merupakan unsur penting dalam pendidikan seorang anak. Yang sering terjadi, para orang tua merasa lepas tanggung jawab setelah memasukkan anaknya ke sekolah, padahal ini merupakan titik awal kehancuran bagi seorang anak (wal’iyadzu billah).

Lebih lanjut Abu al-‘Ila berkata dalam syairnya:
وينشأ ناشئ الفتيان منا # على ماكن عوده أبوه
وما دان الفتى بحجي ولكن # يعوده التدين أقربوه

“Seorang anak tumbuh menjadi dewasa mengikuti kebiasaan orang tuanya, tidak lah ia menjadi seorang pemuda yang membahagiakan dengan agamanya, melainkan kebiasaan beragama yang ditunjukan orang tuanya”

Begitupun tempat tinggal juga memberikan pengaruh yang besar terhadap seorang anak, sudah sepatutnya rumah itu dihiasi dengan nilai-nilai dan fadilah agama.

Wallahu a’lam bi-ash-showab